Part 56 - Kecelakaan

2154 Kata

Puspa dan Fadli menemani kepergian Yanti. Wanita yang pernah menjadi bagian dari hidup mereka. Mengantarkan ke pemakaman. Bahkan sampai semua pelayat pergi. Puspa masih saja memeluk nisan sang ibu. Dia terus meneteskan air matanya. Terisak dengan tangisan yang tak bisa dibendung lagi. Harapannya untuk hidup bahagia bersama kini telah sirna. Tak ada lagi seorang wanita yang dipanggil ibu itu. “Puspa, ayo kita pulang.” “Puspa masih ingin menemani Ibu, Pak.” Fadli yang seolah sangat mengerti akan perasaan sang anak. Namun dia tak mudah menyerah untuk tetap membujuk Puspa agar mau ikut bersamanya. Fadli duduk sejajar dengan putrinya itu. Membelai mesra rambut panjang Puspa. Menatap dengan penuh perhatian. Fadli sangat berharap jika sang anak bisa bangkit dengan kondisi yang siapa pun tak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN