Part 22 - Pernikahan dan Selembar Foto Kecil

1777 Kata

“Mas, pernikahan anak kita lebih penting daripada mencari bocah ingusan itu.” Suara Yanti membuat Fadli seakan tak bisa mengikuti kata hatinya. Dia yang juga mengerti bahwa kini dia akan mengantarkan anak laki-lakinya pada hari sakral sebuah pernikahan. Fadli harus membagi pikirannya terlebih dahulu. Jika urusan Wafi selesai, Fadli akan berkonsentrasi untuk mencari Tama. Apa pun alasannya, Tama adalah sebuah amanat yang harus dijaganya. Dia tak mungkin membiarkan Tama tanpa sepengetahuaannya. Wafi yang sudah selesai mandi. Dia yang sudah siap dengan pakaian putih, yang tak lain adalah kemeja milik bapaknya. Semua Yanti yang mempersiapkan. Mereka pun telah bersiap. Hanya saja tinggal satu hal yang masih mengganjal dalam hati. Antara mengajak Wafa atau membiarkannya sendiri di rumah. Yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN