“Baik, Pak. Lusa kita akan langsungkan pernikahan Wafi dan Indah.” Suara tegas Fadli membuat keluarga Indah merasa lega. Namun, tidak dengan Yanti dan jugaWafi. Keduanya dalam kediaman dan penuh dengan kekecewaan atas langkah cepat yang diambil Fadli. “Pak, aku tidak mau menikah di usia muda seperti ini, aku masih sekolah, pak.” Fadli terdiam penuh penyesalan. Dia berusaha untuk mencari solusi dari masalah berat yang kini membuat keluarganya seakan jatuh ke dalam jurang yang sama. “Pak, aku masih harus kerja untuk menghidupi keluarga nantinya, mana mungkin aku putus sekolah dan hanya berijazah SMP. Tolong kalian mengerti itu.” Semuanya terdiam mendengar sebuah argumen yang dilontarkan Wafi. Pemuda itu merasa sangat keberatan jika masa depannya terenggut begitu saja. Namun, penyesalan

