Perpisahan SMA
Pagi itu di SMA Nasional Kai pergi dengan sepeda ontel nya untuk menghadiri acara perpisahan.
Di gerbang dia bertemu teman yang sering mengejeknya, dia adalah Derry Drajat , seorang anak konglomerat yang sangat disegani di kota tersebut.
"Hey miskin , hahaha ... apa kau tidak malu pergi ke sekolah dengan menggunakan sepeda butut itu?" ujar Derry
Kai hanya tersenyum dan pergi begitu saja tanpa menghiraukan ocehan Derry.
"Dasar miskin ... beraninya dia menghinaku seperti itu", Derry kembali bicara mengutuk.
Acara pun di mulai , semua anak SMA Nasional saling bercengkrama tak terkecuali Kai
Ketika Kai sedang asik mengobrol dengan temannya, dia dikejutkan dengan suara Dyna yang tiba-tiba saja merangkulnya.
"Kai pakaianmu ini sangat norak sekali, mana sudah pudar lagi warna jasmu itu", ucap Dyna, semua kawan-kawan Dyna tertawa dan Kai hanya diam dan tersenyum pahit dengan semua hinaan itu.
"Assalamualaikum perhatian semuanya acara akan kami mulai", Pak Handoyo berbicara melalui mic.
"Pertama saya akan ucapkan selamat untuk para siswa dan siswi SMA Nasional atas kelulusannya, semoga para siswa dan siswi bisa melanjutkan ke perguruan tinggi yang dicita-citakan dan menjadi manusia seutuhnya" lanjut Pak Handoyo
Pidato perpisahan dari pak Handoyo terus berlangsung sampai tibalah pada waktunya untuk mengumumkan lulusan terbaik di SMA Nasional.
Tentu saja semua siswa dan siswi merasa penasaran dengan sosok siswa terpintar di sekolahnya tersebut
"Ehhmmmm ... mohon perhatiannya" kata Pak Handoyo
"Untuk lulusan terbaik dengan nilai hampir sempurna di sekolah ini adalah ... Kai Adrian Permana ... mari beri tepuk tangan meriah dan silahkan ananda Kai untuk naik ke panggung untuk menerima penghargaan ini", ucap Pak Handoyo antusias.
Semua mata tertuju pada Kai. Kai yang tidak menyangka kalau dirinya yang menjadi lulusan terbaik hanya bisa berdiri mematung.
"Kai... Kai... majulah kau ke panggung " bisik Hardy.
Kai yang tadinya mematung akhirnya sadar dari lamunannya.
"Iyyyaaa ... Dy " jawab Kai.
"Sialan rupanya si Kai yang jadi lulusan terbaik", ujar Derry.
Akhirnya Kai menerima penghargaan tersebut dan mengucapkan terimakasih kepada para guru yang telah membimbing nya selama ini.
Akhirnya acara selesai
para siswa dan siswi pun saling menjabat dan berpelukan untuk terakhir kali nya.
Disinilah Kai akhirnya bertemu dengan Rindi , yaaa ... Rindi adalah siswi yang dia sukai selama ini
Rindi tersenyum dan menjabat tangan Kai.
"Selamat ya Kai ... kamu jadi siswa terbaik di sekolah ini dengan nilai yang sempurna", ujar Rindi.
Kai tersenyum sedih dan berkata
"Ini mungkin terakhir kalinya kita bertemu Rin ... aku tau setelah lulus kamu akan kuliah di LA"
Rindi hanya tersenyum sedih , dia pun sama sedihnya dengan Kai
Rindi sebenarnya sangat menyukai Kai dan berharap dia bisa bersamanya suatu saat nanti , harap Rindi.
"Kai aku harap bisa bertemu lagi denganmu suatu saat nanti!" Rindi tersenyum dan memeluk Kai.
Kai kaget dengan pelukan tersebut karena hanya Rindi perempuan yang tidak malu bergaul dengannya
Kai pun bertekad akan selalu ingat dengan Rindi dan akan berusaha agar suatu saat nanti dia bisa bertemu lagi dengannya.
"Oh iya Kai , apa kamu akan melanjutkan kuliah atau kerja?" tanya Rindi.
Kai sedikit bingung karena sebenarnya dia sangat ingin kuliah namun apalah daya dengan kondisi orangtua nya yang hanya berkecukupan.
"Mungkin aku akan bekerja sambil kuliah Rin", jawab Kai.
"Ok kai kalau begitu aku duluan ya",
tepat saat itu mobil jemputan Rindi berhenti di hadapan mereka dan Rindi masuk ke dalamnya sambil melambaikan tangannya. rasa sedih tidak bisa dia sembunyikan saat dia akan pergi jauh dan mungkin tidak akan bisa melihat Kai lagi.