Makan Malam

775 Kata
Kai tiba lebih dulu di High class resort and cafe. Dia memarkir mobil sport nya, tidak lama Derry pun datang dengan Pajero sport hitam. "Wah wah tuan muda datang lebih awal rupanya!" sindir Derry. "Aku orang yang tepat waktu jadi sebelum orang lain datang, aku harus lebih dulu datang kesini!" Jawab Kai dengan bangga. "Aku sudah menyiapkan kejutan dengan mengundang seseorang yang kalian kenal!" Kai kembali berkata. "Oyaaa ... siapa orang itu? apakah orang penting? apakah calon istrimu?" ujar Derry kembali menggoda Kai. Kai tertawa dan tidak menanggapi godaan dari Derry. Tidak lama berselang akhirnya Dyna pun datang. Penampilannya membuat semua orang memandangnya kagum. Dia begitu elegan dan cantik, "Hmmm apakah Kai sudah di dalam, sebaiknya aku menelpon dia", ujarnya dalam hati. Begitu handphone Kai berdering dia langsung mengangkatnya, [Dyna ayo masuk saja, langsung saja ke lantai paling tinggi dan eksklusif di cafe ini ya!] ujar Kai. Dyna akhirnya masuk, seorang pelayan langsung menyambutnya dengan ramah. Ketika dia mengatakan jika sudah ada janji dengan Tuan Muda dia langsung mengarahkannya untuk segera naik ke lantai 10. High class resort and cafe adalah tempat makan termahal di kota ini, untuk bisa makan di lantai tertinggi harus memiliki black card yang tidak semua orang bisa mempunyainya, hanya orang terkaya yang bisa mempunyainya, dan kartu tersebut juga hanya ada 3 buah di seluruh dunia ini. Keluarga Kai adalah salah satu yang mempunyai kartu tersebut. Dyna begitu terpesona dan mengagumi segala hal tentang high class resort and cafe, akhirnya sekarang dia bisa memasukinya. Begitu sampai di lantai 10, Dyna langsung disambut oleh 5 orang pelayan dan di antar menuju meja makan malam mereka. "Selamat malam, maaf menunggu lama." Dyna menyapa Kai dan Derry. Kai dan Derry langsung menatap kagum, mereka disuguhkan dengan penampilan berbeda dari Dyna, dia begitu feminim dan cantik. "Eehhmmm permisi bolehkah aku duduk?" tanya Dyna. Kai terperanjat kaget dan langsung mempersilahkan Dyna untuk duduk. "Kai kita semua sudah ada disini, Lalu kejutan apa yang sudah kamu rencanakan?" tiba-tiba Derry bertanya. "Belum saatnya?" Kai berkata dengan enteng. "Aku akan menyuruhnya masuk jika sudah tiba waktunya!" Kai kembali berkata. Mereka tidak memperhatikan ketika ternyata ada seseorang yang sedang memperhatikan mereka. Hendri Al Fatih, teman SMA mereka ternyata adalah seorang pelindung Kai. Dia ditugaskan Reky dan Hasan untuk selalu menjaga dan mengikuti kemanapun Kai pergi. Hanya Kai, Reky dan Hasan yang mengetahuinya. Sekarang Hendri sedang menyamar menjadi pelayan. Dia menghidangkan seluruh makanan untuk mereka, namun Dyna dan Derry tidak mengetahui jika orang yang melayani mereka adalah Hendri. Akhirnya Kai menelepon seseorang untuk segera menemuinya di cafe tersebut. "Halo, sudah waktunya kamu muncul dan memperkenalkan diri kepada para sahabatku!" ucap Kai memberi perintah. "Apakah tidak masalah jika sekarang aku muncul?" tanya Hendri. "Jangan khawatir, mereka adalah orang kepercayaanku!" ujar Kai memastikan. "Baik aku akan ke sana!" ucap Hendri dengan patuh. 5 menit berlalu, Hendri pun muncul dengan jaket hitam dengan topi hitam yang memberikan kesan misterius. "Halo selamat Malam teman-teman, lama tidak berjumpa!" ujar Hendri menyapa. Derry dan Dyna terkejut, ternyata itu adalah Hendri, sahabat Kai dan orang terdekat Kai semenjak SMA. "Astaga benarkah ini Hendri?" tanya Derry. "Betul , lama tidak berjumpa kawan!" Hendri menjabat tangan Derry dan memeluknya. Dyna tak kalah terkejutnya, penampilan Hendri sekarang sangat berbeda. dia yakin ini semua juga berkat Kai yang membantunya, membuat dia semakin kagum dan menyukai Kai. "Hendri akhirnya kita bisa bertemu lagi!" ujar Dyna tersenyum canggung. "Dyna tidak aku sangka sekarang kamu ada disini dan dekat dengan Kai, padahal dulu kamu sangat sering mengejeknya", sindir Hendri sambil tertawa. "Sudahlah itu hanya masa lalu!" ujar Kai tiba-tiba memotong pembicaraan mereka. "Ayo duduk dan makanlah sesuatu!" ajak Kai kepada Hendri. "Baik aku akan makan banyak hari ini!" ucap Hendri tertawa. Mereka terus berbincang dan sesekali tertawa. Kai sudah berhasil memperkuat perusahaannya dengan orang-orang yang bisa dia percaya. Kai juga berencana menjadikan Dyna untuk menjadi sekertaris pribadinya dan memasukan bisnis keluarga Dyna sebagai bagian dari Permana grup, dengan begitu dia bisa membantu krisis yang tengah di alami oleh keluarga Dyna. Hendri tidak mengungkapkan rahasianya sebagai pelindung bayangan Kai, dia hanya memberi tau jika dia sekarang dipercaya untuk menjadi direktur dari Perusahaan kecil independen milik Kai. Perusahaan tersebut tidak masuk ke dalam Permana grup, sehingga Derry tidak tau jika yang mengelola nya adalah Hendri. Derry menatap Kai kagum, "Begitu banyak orang yang sudah kamu bantu Kai", "Hanya sedikit dan hanya orang-orang tertentu!" Kai berkata dengan enteng. "Mulai sekarang kalian adalah orang kepercayaanku dan tolong jangan sampai membuat aku kecewa!" Kai kembali berkata dengan tegas. "Kami berjanji!" ucap mereka serentak. Akhirnya kai mulai mengumpulkan orang-orang kepercayaannya, dia tidak peduli dengan latar belakang dan masa lalunya. Jika hatinya sudah berkata dan mempercayai seseorang, maka dia akan menuruti semuanya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN