Sahabat

708 Kata
Ke esokan harinya , Kai menelepon Derry untuk bertemu dengannya di Kantor. Derry kini sudah tidak canggung lagi. Dia sangat mengagumi Kai dan sangat menghormatinya, bahkan dia rela mati demi melindungi Kai. Tok ... tok ... tok ... Suaara pintu di ketuk lalu Derry pun masuk ke ruangan Kai. Kai yang sudah menunggunya pun tersenyum. Kai selama ini memang tidak mempunyai teman untuk sekedar bercerita selain Rindi. Namun sayangnya Rindi dan Kai hilang kontak semenjak Rindi berkuliah di LA dan sampai saat ini belum ada tanda-tanda bahwa dia telah kembali ke kota ini. Kai mulai menceritakan soal masa lalu dan keluarganya. Derry mendengarkan dengan seksama sambil sesekali mengusap bulir-bulir air mata yang tidak terasa terjatuh di pipinya. Kai tersenyum dan dia semakin yakin jika Derry memanglah orang baik, meskipun dulu dia sering mengejeknya tapi dia tahu apa yang ada dihatinya. Tubuh Derry memang tinggi besar dan berotot. Namun kemampuan berkelahinya sekarang bukanlah apa-apa untuk Kai. Kai pun berencana untuk melatih Derry selama 1 bulan di pasukan khusus agar Derry bisa melindunginya saat ada serangan dari musuh. "Bro, apa kamu mau menjadi wakil presiden Permana grup?" tanya Kai Derry kaget hanya bisa menganga tak percaya. "Aku sudah memikirkan nya dan aku serius!" Kai kembali berkata. "Apa tuan muda tidak salah?" Derry malah kembali bertanya. "Tentu saja aku tidak bercanda, apa kamu tidak lihat jika aku sedang memasang wajah serius? dan tolong berhenti memanggilku dengan sebutan tuan muda, panggil bro atau Kai saja agar aku lebih nyaman " Kai terlihat sangat serius. "Baik bro aku mau jika itu tugas darimu", Derry berkata masih dengan wajah yang tidak percaya. "Tapi ada syaratnya" "Apa syaratnya?" Derry bertanya. "Syaratnya adalah kamu harus menjadi lebih kuat lagi , dan aku mau kamu untuk berlatih selama 1 bulan penuh di pasukan khusus!" Derry kaget, dia tahu bahwa ada yang salah dengan semua ini dan dia bertanya. "apakah menjadi wakil Presidir harus sekuat itu?" Kai akhirnya kembali menceritakan tentang adanya musuh yang sangat berbahaya sehingga siapapun yang ada di Permana grup harus tetap bersiaga. Apalagi Derry sebagai orang yang akan menjadi seorang wakil Presidir Permana grup. Derry akhirnya menyanggupi. Kai pun tenang karena akhirnya dia mempunyai orang kepercayaannya sendiri. Setelah itu Kai memberitahu sekertaris nya untuk mengadakan rapat darurat Permana grup. Rapatpun akhirnya dilakukan. Kai memberitahu kalau akhirnya wakil presiden Permana grup sudah ditentukan Dia memperkenalkan Derry. Reky tersenyum dan yakin jika pilihan anaknya tidaklah salah. Dia tahu jika Derry adalah seorang pemuda kompeten dan bisa diandalkan. Derry mulai memperkenalkan diri kepada seluruh petinggi dari tiap-tiap perusahaan yang tergabung dalam Permana grup. Semua orang setuju dan memang menganggap Derry sebagai pemuda yang akan melambungkan Permana grup bersama Kai. Acara pun usai dan berakhir dengan ucapan-ucapan selamat kepada Derry dari seluruh petinggi Permana grup. Besoknya Derry akan memulai pelatihannya dengan para pasukan khusus yang ternyata di ketuai oleh Hasan. Hasan ternyata adalah seorang jenderal dari pasukan khusus yang selama ini menjalani tugas penyamaran sebagai ayah dari Kai. Dia mau menerima tugas itu karena Reky adalah sahabatnya dari kecil. Derry diantar oleh Kai ke markas tersebut dan langsung disambut Hasan. Kai memeluk Hasan karena Hasan sudah dia anggap sebagai Ayah dan keluarga juga. "Pak tolong bantu sahabat saya ini untuk menjadi lebih kuat ya!" Ujar Kai tersenyum sambil melirik Derry. "Siap, bapak akan buat dia menjadi sekuat kamu Kai", ujar Pak Hasan. Tidak terasa waktu pun berlalu. hari ini adalah waktunya Derry untuk pulang dan selesai dari pelatihannya. "Derry saya harap kamu bisa melindungi Kai, meskipun Kai kuat tapi tetap saja dia butuh orang yang bisa menjaganya dari belakang", Pak Hasan mengingatkan Derry. "Saja berjanji akan melindunginya walau nyawa saya taruhannya!" Pak Hasan tersenyum dan memeluk Derry. Dari kejauhan Kai melambai kearah mereka. Derry langsung tersenyum dan melambai balik. "Gimana ... sehat bro?" kata Kai. "Sehat dong bro ... liat nih ototku semakin besar kan", mereka pun tertawa bersama dan pamit kepada Pak Hasan. "Pak kita pamit ya, masih ada banyak yang harus di kerjakan Derry hahaha ..." Kai tertawa jahil. Derry hanya tersenyum dan ikut berpamitan pada pak Hasan. Pak Hasan berpesan jika mereka harus selalu waspada, karena musuh sudah mulai bergerak. Mereka mengangguk dan semakin waspada. Akhirnya pelatihan Derry pun selesai, hari-hari mereka akan jauh lebih berbahaya dari sebelumnya. Musuh telah bergerak dan mulai mendekati mereka.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN