Manusia Tampan

1087 Kata

Sekitar jam sepuluh, aku bersama Ran pergi ke kafe. Ternyata, dia bisa bersikap dewasa juga. Buktinya, tadi saat aku mau naik angkutan umum, Ran melindungiku dengan membentangkan tangan, supaya tidak ada yang menyenggol. Kalau lagi begitu, aku akui aura ketampanannya meningkat sepuluh kali lipat. Turun dari angkot, kami menyebrang untuk bisa sampai di Kafe Anak Muda--tempatku bekerja. Ran menjagaku--dia bertukar posisi sesuai dari mana arah kendaraan bermotor datang. Jujur, hati ini rasanya senang. Berasa princes ala-ala drama, gitu. Sampailah kami. "Tunggu di sini bentar, ya!" Aku menyuruh Ran duduk di bangku bundar di halaman belakang kafe. "Oke!" jawabnya. Aku masuk ke kafe dari pintu belakang, belum juga tiga detik Lolita sudah menyambutku dengan pertanyaan. "Mana, katan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN