m***m di Kosan

1106 Kata

"Manis ....” Ran mengucapkan kata-kata itu dengan manja. Suaranya terdengar jelas, padahal aku masih berada di samping kosannya. Aku yang mau memberitahukannya, kalau hari ini dia harus ke kafe denganku, terpaksa menghentikan langkah. “Sini dong, lebih deket lagi.” Nada bicaranya masih sama, manja dan terdengar menjijikan di kupingku. Hidung dan mulutku berkerut, karena kesal pada Ran. Dengan siapa coba, dia pagi-pagi sudah bisa gombalin cewek. Pakai sebut-sebut manis, segala. Panas hati, panas! Aku menunggu Ran. Kalau waktunya tepat, bakal kugrebek dia! Kalau ketangkep, aku pites dia sampai penyet! Dasar, Bocah m***m! Sumpah, aku kesal setengah mati sama itu anak. “Eh ... eh ... mau ke mana?” Ran kembali bicara, “sini dulu! 'Kan, kamu belum kasih kesempatan aku untuk membelai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN