"Jangan takut, Yas!" Ran berusaha menenangkan aku yang mulai pucat. "Mereka bodyguard-ku," jelasnya. Sampai sejauh ini aku belum bisa berkata apa-apa. Masih takjub dengan peristiwa yang terjadi. Bodyguard Ran bicara, "Maaf, Tuan, kami tidak bisa membiarkan orang asing ada dekat dengan Tuan." "Kenapa kalian harus muncul sekarang? Huh!" Ran terdengar marah. Ya juga. Kenapa harus datang sekarang? Padahal tadi sedikit lagi bisa adegan romantis sama Ran. Eh, otakku kenapa jadi makin ketularan Ran, gini? "Maafkan kami, Tuan." Pria bertubuh kekar itu menundukkan kepalanya di hadapan Ran. "Selama ini, kami sudah mencari Tuan. Kami mengikuti GPS di ponsel Tuan, ternyata ponsel itu sudah berpindah tangan." "Aku kecopetan dan Yasmin yang nolong." Ran terdengar garang. "Jadi kalian jangan nga

