Perbincanganku dengan Ran soal Bela belum selesai. Dia hanya tersenyum penuh misteri ketika aku bertanya soal hubungannya dengan Bela. Merasa bosan, aku putuskan untuk mengantri di lift naik ke puncak Monas, meninggalkan Ran yang asyik menikmati pemandangan dari dek. "Maaf." Seorang perempuan muda mencolek tanganku saat sedang mengantri di depan lift. Dari fisiknya, aku tahu kalau dia sedang hamil. Heran, kenapa dia menyapaku. Kenal juga tidak. "Ya?" tanyaku. Dia tersipu. "Aku sedang hamil muda, dan menurut USG, anakku ini berjenis kelamin laki-laki," jelasnya yang membuat aku semakin bingung. "Aku mau minta izin untuk memegang wajah pacar Mbak. Boleh?" Alisku berkerut. "Pacar?" "Iya, anak muda yang tadi bersama Mbak." Aku menaikkan bola mata ke atas. Maksud dia, Ran? "Mungkin

