Adegan di Pesawat

1629 Kata

Aku penasaran, sebenarnya, Ran capek apa tidak? Jam sepuluh dia kabari kalau harus siap-siap. Sore ini kami berangkat ke Banjarmasin. Senang juga sebetulnya karena Ran itu gercep--gerak cepat. Cuma, kasihan juga dia. Baru pulang dari Jakarta, istirahat sebentar, jam dua siang sudah siap-siap mau ke bandara. Katanya, tidak bisa sembunyi lebih lama lagi dari orang tuanya. Dia juga merasa bersalah denganku, makanya memaksakan hari ini supaya bisa langsung pulang ke rumah bertemu orang tuanya. Ada lagi alasan yang bikin hati ini jelak. Yaitu, dia juga memikirkan istrinya--aku--yang sudah lama mupeng! Jahat kamu, Mas. Nangis-nangis di pelukan suami sambil pelukan kecil, sampai ingus ke mana-mana. Kalau aku aktris dalam drama, pasti bakal begitu kelakuannya. Tapi, jangan harap di dunia ny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN