Jalan ke Hatimu

1249 Kata

Berbeda dari perempuan lain yang maunya manja dan malas saat hamil, aku malah maunya kerja terus dan tidak bisa diam. Malah kalau bisa satu rumah mau pel sendiri. Tapi, tidak boleh sama Ran. Dia bilang, aku ini dalam masa kehamilan, bukan mau masuk militer. Buat apa semangat begitu. Iya juga, sih. Tapi, ini bawaan anak yang aku kandung. Mana bisa aku kendalikan sendiri. Aslinya, kalau lihat kehidupan sekarang dan penghasilan suami yang wah, belum lagi pendapatan dari butik, harusnya aku jadi nyonya santai. Duduk tenang sambil makan anggur. Jangan-jangan, anakku mau ingatkan soal kehidupan dulu yang serba sederhana, makanya dia tidak mau malas-malasan. Duh, belum lahir saja sudah bikin aku sayang ke dia. "Cepat besar ya, Nak. Mama penasaran kalau kamu dewasa nanti bakal kayak apa. Ap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN