Okelah, berhubung Ran setuju untuk keluar aku maunya tempat yang adem dan lagi pengin lihat baju-baju yang nantinya bisa aku pakai kalau nanti perutku makin besar. Berangkat cuma berdua. Tidak ada asisten atau pengawal yang ikut. Lagi pula aman ini, kita siang bolong di tempat ramai. Mana mungkin ada yang bisa macam-macam. Di dalam mall, aku lagi sibuk lihat-lihat barang apa yang bisa dibeli sampai lupa kalau gandengan terlepas dari Ran. Eh, malah kedengar ada yang bisik-bisik soal suamiku. Seorang pramuniaga toko dalam mall mencolek temannya. Ck! Mereka membahas suami orang sambil colek-colekan begitu. Apalagi, itu matanya tidak berkedip, memandang Ran penuh kekaguman. Heh, belum tahu kalau aku ini sitri dia? Apa kurang erat gandenganku ke Ran. Ck. Bikin cemburu, tapi aku bisa apa. F

