"Kamu mau nikah sama Ran, alasannya apa?" Aku tersentak ditanya begitu. Tangan rasanya gemetaran, jadi dingin begini kayak orang meriang. Lirik Ran, dia kasih kode biar aku jawab dengan jujur. Apa? Apa yang buat aku suka dengan Ran. Ada banyak hal yang buat aku suka--kayaknya semua semua perempuan waras bakal punya pikiran sama. Tapi, kalau aku sebut, apa nanti keluarganya Ran bisa paham, atau aku malah dilempar segepok uang untuk bisa pergi tinggalin dia. "Se-mua." Asli rasanya canggung di depan mertua begini. Aku lebih mirip tersangka maling ayam, ketimbang menantu mereka. Papa Pram--giitu sekarang aku panggil dia--malah tersenyum tipis. Bikin jantung berdebar. "Kalau semua, perempuan di luar sana juga bilang dia suka semua sama Ran. Terus, bedanya apa kamu sama mereka." Bedany

