Tuh, 'kan, bangun pagi pada sakit leher. Semalam pada berlagak romantis, paginya malah badan pada sakit semua. Sebelum apa-apa, masing-masing dari baik aku ataupun Ran malah saling tuduh soal iler yang ada di bantal. Pada tidak mau mengaku iler itu milik siapa. Ran merasa dirinya selalu ganteng dalam segala posisi, mana mungkin ileran. Sementara aku mereasa susah tidur karena modus Ran yang peluk aku sepanjang malam. Kepalanya turun-turun terus ke d**a. Bikin hatiku ser-seran. Lupakan soal siapa empu iler, pagi ini kami harus siap-siap untuk menemui orang tua Ran. Berdebar pastinya jantungku. Semoga nasibku tidak sama dengan istri-istri yang disiksa ala sinetron. Sudah rapi dan sarapan juga, kami keluar dari hotel. Dasar sultan, baru sampai depan pintu sudah disambut sama sopir dan di

