Bulan Madu

1855 Kata

Dulu, sebelum menikah aku berkhayal bisa pergi berbulan madu dengan suamiku menyusuri pantai sembari bergandengan tangan menukar senyum dengan manis menikmati matahari tenggelam sembari menyandarkan kepala di bahunya. Merasakan ombak-ombak kecil yang berlarian mendekati kami. Itu halusinasiku dulu, loh. Dulu, sebelum aku bertemu dengan Mahaprana Sultan. Lebih tepatnya sebelum aku punya keuami yang super duper idaman, tapi kelakuannya terkadang membuat sakit kepala Apalah daya segala khayalan ku yang indah indah dan romantis itu bubar seketika karena Ran punya rencana lain. Mungkin ini yang disebut, manusia hanya bisa berencana Tuhan yang menentukan. Rencana sih, maunya bulan madu ke tempat-tempat romantis. Meskipun wajib delete pantai dari daftar tempat yang bakalan dituju, tetapi mas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN