Bisa-bisanya tanganku kena pisau, Sari sampai kaget melihatnya. Pelayanku itu segera mengambilkan plester untuk menambal luka. "Nyonya, kalau susah biar saya saja yang gantikan." "Oh, nggak. Masih bisa, kok." "Kalau susah, biar Srai aja yang gantiin." "Nggak, jangan." Aku lanjut masak. Ya, luka segini, bukan masalah besar buatku. Makanya bisa langsung lanjut masak sampai selesai dan segera siap-siap untuk bawa makanan ke tempat Ran. Berangkat pakai sopir yang sudah ditunjuk Ran karena langsung tahu alamatnya. Perjalanan 30 menit, aku sampai di lokasi. Di sana ada banyak orang. Bukan itu saja, kabel, kamera, tripod dan peralatan lainnya yang tidak tahu namanya apa, memenuhi pendangan. Sampai bingung mau cari Ran ke mana. Untung ada salah satu crew yang menyapa lebih dulu. "Bu Yasmin

