Kepalaku pusing, mau buka mata, rasanya lengket. Berat, kayak ada lem. Kalau ada yang tahu rasanya ketiban bantal lima belas tumpuk bantal, nah begitu beratnya. Seingatku tadi pagi, akubsedang mengantarkan bekal untuk Ran. Kenapa tiba-tiba jadi berbaring ditambah kepala terasa pusing? Ya Tuhan, aku baru menyadari kalau tadi pingsan. Tunggu! Ada sesuatu yang nyaman dalam genggamanku. Terasa sangat lembut dan seakan-akan menyalurkan energi. Pelan-pelan buka mata. Ran jadi sosok pertama yang dilihat. Dan, sesuatu yang terasa nyaman tadi adalah tangannya yang sedang menggenggam tanganku. "Kamu udah bangun, Sayang?" Aku menepis tangan Ran. Apaan dia sok perhatian. Tadi juga habis mesra-mesraan berdua dengan Dona. Lebih pilih buang muka, ketimbang melihatnya. Jangan harap aku mau ngom

