Tidak ada acara pisah ranjang malam ini. Meskipun tadi siang habis terjadi pertengkaran hebat, aku tetap tidur di ranjang yang sama. Masalahnya .... "Kamu bisa nggak, lepasin aku?" Aku mulai pengap. Dari tadi mau tidur tidak bisa pulas karena dipeluk dari belakang oleh Ran. Belum lagi kakinya yang ada di atas kakiku. Begini, siapa yang bisa lelap? Yang ada malah sesak. Bukannya menjauh, Ran malah makin manja. "Katanya udah nggak marah. Kok, dideketin masih ngambek?" Aku memutar badan menghadap ke arah Ran. "Aku bukannya ngambek, tapi aku mau tidur. Kalau kamu kekepin kayak gitu, gimana bisa tidur? Yang ada aku mati sesak napas." Turunkan kaki dari atas tubuhku, Ran menyasar ke cara yang lain. "Ya udah, gini aja." Tangannya tetap memeluk. Sabar. Ini dia entah mengidam, modus, apa kena

