Semalam dramatis banget. Ran muntah habis-habisan. Kasihan dia, sampai kelihatan kayak kehabisan tenaga, terkapar di tempat tidur. Aku sampai nggak tega lihatnya. Biar agak mendingan, aku buatin dia air jahe hangat, sebelum tidur. Pagi ini, kayaknya dia harus sarapan yang lembut-lembut dulu. Soalnya takut pencernaannya masih terganggu. Kalau masih terus-terusan muntah, bakal aku bawa dia periksa ke dokter. jam 7 pagi, sarapan tersedia. Pagi ini menunya bubur. Bukan aku yang masak, tapi si Bibi. Gimana mau masak, semalaman dia nggak mau lepas. Aku bener-bener dikekepin sama dia. Kepala dia nyelip di sela-sela ketek. Katanya lebih nyaman kayak gitu. Sebenernya, yang sakit perut atau hidung dia, sih? Masa dari kemarin betah banget nyelipin muka di antara ruang sempit yang sering terhimp

