Aku tidak tahu apa yang sedang dilakukan Ran saat ini. Beberapa kali tadi terdengar memanggil namaku, tapi tidak kusahut. Ran mulai menaiki anak tangga sepertinya. Karena kau bisa dengar derap langkah dia. Sepanjang langkahnya beberapa kali dia memanggil. Aku memang lama diam di kamar karena melihat panggilan yang masuk tersebut. Makanya, wajar kalau Ran memanggil terus. Dan, kedengarannya dia semakin dekat.. "Yas?" Aku tidak mau menyahut. Tatapanku masih tertuju pada layar ponsel Ran yang menampilkan foto gadis cantik dengan nama kontak Dona. Masih bergetar. "Yas?" Kembali dipanggil. Aku terus berdoa, supaya segera berakhir panggilannya. Ran tidak boleh sadar kalau aku tahu banyak tentang rahasianya. Kemarin, soal video yang masih disimpan. Sekarang, ketahuan telepon-teleponan. Be

