Anjani mendecih ketika melangkah keluar. Dunia di luar tidak sehancur yang ia kira. Dari salah satu bangunan yang berdiri di persimpangan jalan di pusat Jayagiri, Anjani mengamati aktivitas di bawah. Masih ada terlalu banyak bangunan yang berdiri. Terllau banyak orang yang selamat. Mobil-mobil pengangkut bantuan diserbu oleh massa yang kelaparan dan ketakutan. Pos-pos medis penuh berisi orang-orang yang terluka. Jika ada satu hal yang membuat Anjani sedikit lega, itu adalah wajah-wajah penuh keputus asaan dari orang-orang di bawah sana. Sebuah senyum keil terbit di wajah Anjani kala orang-orang itu menangis dan merintih, memohon pada mobil dan orang-orang yang berkepentingan untuk menyelamatkan keluarga mereka. “Enak ya?” gumamnya. “Mendapat pertolongan di saat mereka membutuhkan dan

