44. Masalah dan Mandat (3)

3873 Kata

Anjani terbangun di tengah lautan hijau yang mengimpit setiap sisi tubuhnya. Tepat ketika tetes pertama hujan turun ke bumi. Tepat ketika gelegar guntur menyambar tanpa henti. Gelegar guntur pertama itulah yang menyadarkannya dari tidur panjang yang entah berlalu berapa lama. Hujan yang turunlah yang memberinya hidup sekali lagi, setelah entah berapa lama sekarat tapi tak jua mati. Anjani memerhatikan sekeliling, mengedarkan pandang dan mencari pohon apa pun yang ia kenali. Tapi tidak ada. Nihil. Pohon-pohons eolah berganti setiap waktu dan detik tanpa ia pernah sadari. Kadang ia tidak sadar hari sudah kembali malam. Kadang ia terbangun ketika sebuah bibit yang ditinggalkannya ketika terlelap sudah berbunga. Seolah waktu tidak pernah berjalan tetap di tempat ini. Kadang terasa begitu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN