45. I Know

1055 Kata

Dava memijit pelipisnya dengan kepala tertunduk, Ia merasa pening mendengarkan keseluruhan cerita Dewa. Ada rasa di mana Ia begitu cemburu, marah, khawatir dan juga iri dalam dirinya. Ternyata Ia bukan pria pertama dalam hidup Dea, bahkan pria lain itu mungkin jauh lebih spesial dari Dea. Hingga dalam alam bawah sadar Dea, pria itu yang selalu memotivasi Dea. Rasanya Dava tidak ada apa-apanya, ataupun berpengaruh besar dalam hidup Dea. "Kamu pria pertama Dava." Dewa seperti dapat membaca segala macam kegundahan dalam pikiran Dava saat ini. Dava mendongak mendengar ucapan Dewa, Dava melihat manik sedih itu dengan pandangan yang sulit di artikan baginya. "Kamu tidak tahu bukan kalau Dea menganggap kebersamaannya dengan Kakakku hanyalah sebuah mimpi?" alis Dava terangkat sebelah. "Mimpi?"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN