Dea menatap hamparan kebun teh juga pesawahan yang ada di bawah. Sekarang Ia berada di balkon dengan angin yang membawa udara sejuk dan bersih. Ia bisa merasakan hawa sejuk yang menusuk kulitnya walau di siang ini. Bukan seperti saat Ia di rumah karena memang Ia sedang merasakan liburan pertamanya setelah ujian yang melelahkan, menyita waktu dan juga membuatnya susah membagi perhatiannya untuk suaminya. "Yang." suara berat dan tangan yang melingkari perutnya membuatnya tersenyum. "Hm?" gumamnya, Ia tidak perlu berbalik karena Ia tahu siapa pelakunya. "Nanti Kita ronda malam ya?" Dea menaikkan alisnya dengan wajah menoleh kesamping, di mana wajah suaminya ada di bahu kanannya. Pria itu tersenyum, menaik turunkan alisnya. Dea memicingkan matanya menilai apa arti raut wajah itu, saat tahu

