Dea terbangun dari tidurnya tepat saat pukul 02:30 pagi, Ia merasakan tubuhnya yang nyeri. Apalagi di bagian intim tubuhnya, Dea melenguh dan menguap merenggangkan ototnya agar tidak lagi kaku. Dea tersenyum saat tangan kekar milik suaminya berada di atas perutnya, Ia menoleh ke samping dan menemukan wajah tampan Dava yang begitu membuatnya semakin mencintai seorang Davanas Abigael. Dea menyusuri wajah tampan Dava dengan telunjuknya, mulai dari kening sampai ke belahan alis pria itu yang tebal. Lalu turun ke hidung bangir Dava, jari telunjuk Dea berhenti tepat di bibir Dava yang merah dan juga kissable. Dea rasanya iri karena bibir tebal serta berwarna merah alami itu milik Dava bukan dirinya, mengetahui itu Dea mendesah kecewa. Tapi tiba-tiba Ia menganggkat sudut bibirnya. "Kamu miliki

