Awal Mula
Lima ratus tahun lalu terjadi kekacauan di dunia Bulan yang terbagi menjadi dua klan, yaitu Sabit Hitam dan Sabit Putih. Kedua rakyat Bulan tersebut mengalami serangan dari para penyihir yang menginginkan Mutiara keabadian milik kedua klan.
Mutiara yang jatuh pada tangan kedua bayi kecil anak dari Raja masing-masing klan. Zaemon dan Sawen merupakan Raja dan Ratu dari klan Sabit Hitam.
Sawen baru saja melahirkan seorang bayi yang begitu cantik lucu dan menggemaskan yang mereka beri nama Arxena Sawen Zaemon yang dipanggil dengan nama Xena.
Selain sangat lucu Xena memiliki sebuah anugerah yang tak terkira, yaitu terpilih sebagai pemilik Mutiara Hitam. Mutiara yang di dalamnya terdapat kekuatan, keabadian dan kesejahteraan bagi pemiliknya. Mutiara yang membuat Xena menjadi incaran para penyihir yang selalu ingin merebut benda kecil dengan sejuta keajaiban tersebut. Sehingga membuat Zaemon dan Sawen harus merelakan berpisah dengan anak semata wayangnya.
Mereka harus menyembunyikan Xena ketempat yang sulit untuk ditemukan oleh para penyihir sampai waktunya tiba dan bisa mengendalikan kekuatannya.
Tidak jauh berbeda dengan klan Sabit Hitam, di belahan dunia bulan lainnya, yaitu klan Sabit Putih, Zacob dan Sadena merupakan Raja dan Ratu di Sabit Putih. Ratu Sadena baru melahirkan bayi tampan yang mereka beri nama Saka Sadena Zacob. Atau yang dipanggil dengan sebutan Saka.
Bayi tampan dan menggemaskan terlahir dari rahim Ratu kebanggaan klan Sabit Putih. Saka pun sama menerima anugerah mendapatkan Mutiara Putih milik klannya.
Sama seperti Xena, Saka diincar oleh para penyihir untuk keabadian klannya. Karena jika kedua Mutiara tersebut bisa dimiliki oleh para penyihir, sudah bisa dipastikan bahwa dunia bulan akan hancur dan dikuasai oleh para penyihir.
Namun sebaliknya, jika kedua Mutiara disatukan dengan cinta dari kedua pemiliknya, maka itu akan menjadikan kekuatan yang maha dahsyat yang tidak akan tertandingi oleh kekuatan manapun.
Tepat di umur mereka yang menginjak ke 6 bulan, para penyihir mulai menyerang kedua klan untuk merebut kedua bayi tersebut. Mereka akan merawat kedua bayi tersebut dengan ilmu penyihir. Sehingga jika Xena dan Saka besar nanti mereka akan tumbuh seperti penyihir, dan tentu Mutiara tersebut mengikuti watak dan kelakuan pemiliknya.
Zacob telah mengirimkan pesan pada Zaemon melalui angin untuk bertemu di tempat yang akan mereka jadikan penitipan anak mereka nanti. Mereka tengah bersembunyi untuk menyelamatkan anaknya dari bahaya yang sedang terjadi.
Kini raja dan ratu dari kedua klan tersebut tengah berkumpul dengan sang ratu yang menggendong anaknya masing-masing. Mereka akan menembus portal yang akan mengantarkan mereka ke dunia lain. Dunia yang mereka sebut dengan dunia tipu daya dari penduduknya. Beruntunglah mereka memiliki kekuatan yang bisa menembus portal tersebut. Karena tidak semua makhluk bisa menembusnya, bahkan untuk raja dan ratu sekalipun.
"Kita harus segera pergi, sebelum mereka menemukan keberadaan kita," perintah Zacob bersiap untuk mengumpulkan kekuatannya.
"Baik, berpegangan pada Kami Ratu. Jangan sampai terlepas," Perintah Zaemon pada Ratunya dan Ratu Sabit Putih.
Kedua Ratu tersebut segera merapat pada Rajanya masing-masing dengan cara memeluknya. Sedangkan bayinya mereka ikat dengan kuat di depan tubuh mereka.
Zacob dan Zaemon mulai mengerahkan tenaganya untuk membuka portal tersebut. Mereka kesulitan ketika membukanya. Kedua raja itu harus berkonsentrasi penuh. Sedangkan sering kali konsentrasi mereka buyar karena tangisan Xena dan Saka.
Setelah Xena dan Saka tenang barulah mereka bisa berkonsentrasi dan tidak lama portal tersebut terbuka. Sedikit cemas ketika mereka mendengar suara berdengung, itu bunyi dari sapu penyihir yang sedang menuju ke arah portal. Dengan segera mereka masuk dan menutup kembali portal tersebut.
Didalam portal yang seperti lorong waktu mereka berenam berputar-putar dalam gelapnya lorong. Zaemon dan Zacob memeluk anak dan istrinya agar tidak terlepas. Xena dan Saka menangis di sepanjang putaran menuju tempat yang akan mereka datangi.
Setengah jam berlalu mereka mulai melihat titik cahaya dunia luar. Saka dan Xena telah berhenti menangis dikala melihat cahaya. Mungkin mereka takut akan kegelapan. Semakin mendekat, titik cahaya itu semakin banyak dan terang.
Mereka terpisah ketika jatuh di Bumi. Zaemon dan Sawen terjatuh di atas rumput dengan cahaya lampu berwarna-warni di sebuah taman, yang sepertinya itu taman belakang rumah manusia.
Taman yang sepertinya baru saja dijadikan tempat pesta oleh para manusia. Sawen melihat anaknya yang tertidur, dan betapa terkejutnya Sawen ketika melihat putri cantiknya berubah menjadi hitam legam seperti arang.
Zaemon yang melihat Ratunya begitu kaget segera melihatnya, Zaemon menghembuskan napas, mencoba memahami perubahan yang terjadi pada putrinya.
Perjanjian jika mereka membuka portal untuk kepentingan mereka, maka wujud yang dimaksud akan berubah seusai nama klan mereka, yaitu Sabit Hitam. Zaemon akan mengutus salah satu pengawal setianya yang akan menjaga putri cantiknya, sampai kelak sang putri mengerti akan posisinya sebagai Ratu penguasa Sabit Hitam.
Sedangkan Sawen masih menangis tersedu-sedu, bukan karena perubahan kulit putrinya yang menjadi sangat hitam. Tetapi Sawen menangis karena sudah waktunya ia berpisah dengan calon ratu di dunianya. Hingga dua ratus tahun silam. Perbedaan waktu antara bumi dan bulan sangat jauh. Jika di dunia manusia satu tahun, maka di di dunia bulan menjadi 10 tahun. Maka dari itu, ketika usia Xena 20 tahun, maka usianya di dunia bulan sudah mencapai 200 tahun.
"Maafkan, kami yang tidak bisa menjagamu, Putri." Sawen masih enggan melepaskan anaknya.
"Sudah saatnya, Ratuku." ujar Zaemon untuk yang ketiga kalinya.
Sawen menyerahkan Sena pada Zaemon setelah mengecup seluruh wajahnya. Zaemon menerimanya lalu memeluk dan mencium beberapa kali wajah putrinya yang tengah tertidur dengan lelapnya.
Zaemon membuka baju putrinya dan menempelkan mutiara hitam tepat di d**a kirinya. Seketika mutiara tersebut menyatu dengan tubuh putrinya. Terdapat gambar mutiara berwarna putih yang kontras dengan warna kulit Xena sekarang di d**a kirinya. Setelah itu mereka menaruh Xena di sebuah bangku panjang di taman rumah tersebut. Zaemon dan Sawen pergi meninggalkan Xena menuju portal untuk kembali ke alamnya.
***
Di lain tempat Zacob dan Sadena jatuh di atas tanah di depan sebuah rumah kecil. Bulan yang begitu terang membuat mereka begitu bercahaya. Mungkin sudah lewat tengah malam, sehingga tempat mereka berpijak kini sungguh teramat sepi.
Suara jangkrik menemani sunyinya malam, angin yang berhembus dingin membuat para penduduk bumi pasti sedang tertidur dengan nyenyaknya.
Saka yang berada di gendongan Sadena sedang tersenyum memandang wajah ibunya yang sangat bercahaya. Sedangkan Sadena tengah menangis dengan memeluk anaknya.
Warna kulit Saka telah berubah menjadi Putih pucat layaknya sebuah kertas polos, bahkan seluruh rambutnya berwarna putih termasuk alis dan bulu matanya.
Mereka berdua paham akan perjanjian yang mereka lewati. Mereka hanya berharap Saka menjadi pribadi yang baik di bawah didikan penduduk bumi. Zacob pun akan mengutus satu pengawalnya untuk menemani Saka selama masa pengasingannya. Dan berharap semoga Saka segera menemukan Xena agar mereka segera menyadari kekuatan masing-masing.
"Sudah waktunya, Ratu!" ujar Zacob pada istrinya.
"Sebentar Yang Mulia," Sadena masih mencoba merekam wajah anaknya yang kelak menjadi Raja di dunianya. "Semoga kau tumbuh menjadi anak yang berhati lembut dan menyayangi sesama, Nak."
Setelah mencium seluruh wajah anaknya, Sadena memberikannya pada Zacob. Zacob mengeluarkan mutiara putih dan menempelkannya di dadaa sebelah kanan agar menyatu dengan tubuh Saka. Setelah itu di dadaa Saka terdapat gambar mutiara berwarna hitam yang sangat kontras dengan kulitnya. Sekilas akan terlihat seperti tato.
Setelah mencium wajah Saka, Zacob menaruhnya di sebuah bale yang terdapat di depan rumah penduduk bumi. Setelahnya mereka pun pergi menuju portal untuk kembali kedunia bulan. Di depan portal sudah ada Zaemon dan Sawen yang telah lebih dulu sampai dan menunggu mereka berdua.
"Maaf kami terlambat," ujar Zacob merasa tidak enak.
"Tidak apa-apa, yang Mulia. Mari kita mulai."
Zaemon dan Zacob mulai berkonsentrasi untuk membuka kembali portal yang akan mengantarkan mereka ke dunia bulan. Meninggalkan Xena dan Saka di dalam gelapnya malam dunia manusia. Setelah portal terbuka secara bersamaan mereka masuk kedalamnya dan menghilang.