'Lo harus ingat janji Lo Bay untuk tidak menghancurkan tempat usaha gue," Adam masih terus mengingatkan Bayu agar tidak mengamuk di hotelnya
". oke..!! " Bayu singkat.
sesaat mereka berdiri di depan pintu kamar yang di tempati Tania, Bayu menghembuskan nafasnya kasar lalu dia menempelkan kartu ke arah pintu kamar dan langsung terbuka kuncinya, mereka berdua masuk dan melihat live show adegan 21+++ saking asiknya Tania yang sedang b******u mesra dengan pria bule di atas ranjang sampai sampai mereka tidak menyadari kedatangan Bayu dan juga Adam.
Bayu hanya melihat datar ke arah mereka berdua, rasa sakit dan cemburu yang sebelumnya begitu menggebu lenyap entah kemana yang dia rasakan saat ini hanya perasaan jijik dia sudah kehilangan respek untuk Tania tidak ada lagi rasa sayang apa lagi cinta untuk Tania semuanya lenyap menguap begitu saja dengan melihat adegan yang sungguh menjijikan di mata Bayu.
"jadi ini yang kamu bilang mau berlibur ke Bali bersama teman?" Bayu berkata dengan suara dinginnya.
Tania dan teman prianya kaget menoleh ke arah suara, betapa syok nya Tania sampe mukanya pias hampir tidak di aliri darah melihat siapa Yang ada di hadapannya..
"Ba.... Ba.. Bayu aku bisa jelasin,," ucap Tania tergagap saking kaget dan ketakutan melihat tatapan dingin Bayu,
"oke,,, silahkan jelaskan" jawab Bayu santai sambil bersedekap walau hatinya sesak menahan amarah ..
"aku .. aku .. aku..." Tania bingung mau melakukan pembelaan seperti apa otaknya ngebleng tidak bisa untuk berfikir, bingung mau berkata apa ahirnya Tania hanya bisa menunduk dan menangis di hadapan Bayu.
"okeh karena semuanya sudah jelas mulai hari ini kita putussss...... jangan pernah lo ganggu kehidupan gue lagi, jangan pernah lagi Lo Dateng baik baikin bunda gue.. " tegas Bayu .
"engga Bay aku ga mau putus sama kamu aku cinta sama kamu Bay, " ucap Tania sambil terisak.
"cinta Lo bilang,,!!!" Bayu tersenyum sinis melihat ke arah Tania dan juga pria bule Yang ada di samping Tania yang dari tadi hanya diam saja menyaksikan Tania dan dirinya berdebat.
"Lo bilang cinta sama gue tapi Lo dengan mudahnya buka baju untuk siapa saja yang mau menikmati tubuh Lo dasar murahan " ujar Bayu sambil berlalu pergi, dia udah gerah berada di ruangan yang sama dengan seseorang yang sudah mengkhianatinya, Tania yang ingin berusaha mengejar Bayu dia urungkan melihat kondisinya yang tidak mengenakan sehelai benangpun, Tania hanya terisak dan menyesali perbuatannya yang kepergok Bayu, selama ini dia hanya iseng saja menerima siapa saja yang mau tidur dengannya mengingat Bayu yang tidak pernah mau menyentuhnya lebih selain dari berpegangan tangan, dia yang ingin seperti teman temannya melakukan seks bebas dengan pacar pacar nya tapi tidak bisa dia dapatkan dari Bayu,
pernah beberapa kali dia merayu Bayu agar mau menyentuhnya tapi Bayu selalu menolak dengan alasan belum halal.
menurutnya Bayu terlalu kaku dan gaya pacarannya seperti anak SD yang hanya sebatas pegangan tangan, bahkan cium aja tidak pernah,
yang membuat dia bertahan dengan Bayu sampe satu tahun lamanya ya karena memang Tania sudah menyukai Bayu dari sejak berseragam abu abu sampai pada ahirnya Bayu luluh juga mau menerima dia setahun belakangan ini.
Tania yang memang berada di lingkaran teman teman yang pergaulan nya bebas merasa kesepian, mendengar teman temannya bercerita bahkan melihat sendiri bagaimana mereka bermesraan, membuat dia iri, ahirnya dia memutuskan untuk menerima siapa saja yang mau menyentuhnya yang penting syarat nya satu harus tampan titik.
Tapi dia bertekad tidak akan melepaskan Bayu begitu saja dia akan terus memperjuangkan Bayu sampe bisa kembali menjadi miliknya seutuhnya. Tania benar benar mencintai Bayu dia tidak ingin kehilangan Bayu..
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Di cafe samudra Alexa menatap pria yang berada di depannya, "Lo sedang apa disini Riko?"
" Lo sendiri ngapain disini?" Riko menjawab pertanyaan Alexa dengan pertanyaan, "ah elah Lo kebiasaan banget jawab pertanyaan dengan pertanyaan."
Riko hanya nyengir nyengir kuda melihat Alexa menatap nya malas.
"sebenarnya apa yang terjadi kenapa tiba tiba Lo ngilang gitu aja?" tanya Riko menatapnya serius ,, dia yang memang cukup dekat dengan Alexa selama ini apa lagi mereka berdua adalah sepasang joki yang tak terpisahkan, merek berdua adalah joki balap liar, Riko yang menjadikan hoby balap liar nya sebagai penghasilan sedang Alexa yang menjadikan hoby balap liar nya sebagai hiburan, meskipun Alexa perempuan berhijab tapi tidak menghalangi hoby nya ikut balap liar bagi dirinya berhijab adalah kewajiban seorang muslim sedang hoby balap liarnya adalah hiburan jadi ga ada hubungannya coeg..
meskipun terlahir kembar baik Alexa maupun Alea memang memiliki selera berpakaian yang berbeda, Alexa yang lebih suka mengenakan celana dan jaket kulit nya tapi tidak menghilangkan kewajibannya untuk menutup kepalanya dengan jilbab sedang Alea lebih menyukai memakai gamis modern yang longgar.
jadi secara kasat mata mereka sangat mudah di bedakan meskipun muka mereka tidak ada bedanya kecuali letak tahi lalat mereka yang berbeda.
"ceritanya panjang Rik, gue bahkan ga tau gimana sekarang nasib kedua orang tua gue " sahut Alexa sendu, dia sedih mengingat kedua orang tuanya yang entah gimana kabarnya.
"memang apa yang terjadi?" tanya Riko semakin penasaran,
"si bandot tua Maxi pengusaha klub malam Maximus itu tiba tiba datang ingin ngelamar kita berdua untuk di jadikan istri, jelas aja orang tua gue nolak, gila aja anak anak nya mau di jadiin istri bandot tua ga tau diri yang doyan ons itu.
si max ga terima dengan penolakan orang tua gue ahirnya dia mencoba menggangu usaha Daddy gue dengan memfitnah sana sini agar usaha Daddy gue hancur, ahirnya perusahaan Daddy gue perlahan gulung tikar dan para pemilik saham menarik investasi nya secara bersamaan.
mommy gue yang syok jatuh pingsan ahirnya di bawa ke rumah sakit.
kita berdua yang lagi dalam perjalanan menuju rumah sakit di jegat para bodyguard nya si Maxi di tengah jalan dan berhasil membawa kami ke tempatnya si Maxi.
beruntung kita berdua bisa kabur dari tempat itu setelah berpura pura sakit perut..
nahas kita berdua yang di kejar para bodyguard nya si max jatuh ke jurang dan nyebur ke sungai, beruntung kita masih bisa selamat dan di tolong oleh warga sekitar dan juga Dokter Kanaya, dialah yang ahirnya bawa kita berdua kesini dan bisa bekerja disini juga atas bantuan keluarga nya Dokter Kanaya.."
"terus kedua orang tua Lo?" tanya Riko yang makin penasaran,,
"ntah lah kita juga ga tau gimana kabar mereka sekarang, gue harap mereka baik baik saja dan bisa berkumpul lagi seperti dulu" ujar Alexa dengan sendu, tentu saja dia merasa sedih karena tidak mengetahui bagaimana kabar kedua orang tuanya saat ini..
"Lo berdua yang sabar ya semoga kedua orang tua Lo baik baik aja" ,ujar Riko sambil menepuk nepuk bahu Alexa,,
"oke sekarang mana no. ponsel Lo yang baru secara no. ponsel Lo yang lama ga pernah aktif saat gue hubungi."
Alexa dan Alea saling berpandangan lalu mereka nyengir berbarengan kita belum punya ponsel Riko, ponsel kita hilang saat kecebur sungai waktu itu.
dan ponsel yang khusus buat keluarga juga tertinggal di rumah jadi kita belum punya ponsel."
Riko pun hanya menepuk jidat nya dramatis, " ya udah ayo gue beliin yg baru" ujar Riko sambil berdiri hendak mengajak si kembar ke counter di mall depan cafe..
"ga usah Rik gue ga mau ngerepotin Lo, lagian ntar kalau gue udah gajian gue pasti beli sendiri ko."
"ah elah Lo bilang ngerepotin, Lo lupa siapa yang selama ini sering nolongin gue dan keluarga gue saat kesulitan keuangan, Lo lupa siapa yang bayarin operasi adek gue saat Ade gue kena usus buntu, di banding itu semua beli ponsel buat Lo ga ada apa apanya Lexa!!!!,, " Riko menjawab gemas karena Alexa yang seolah olah lupa kalau selama ini dia sering menolong keluarga nya.
"gue beneran ga bisa Riko,," jawab Alexa dengan tidak enak hati,, gini aja gimana kalau Lo kasih gue job biar gue bisa beli ponsel dengan duit gue sendiri Alexa menatap Riko serius.
Riko mengernyitkan kedua alisnya, sebenarnya dia paham kalo Alexa ini orangnya keras kepala dan tidak mudah menerima batuan begitu saja.
"oke,, " jawabnya, ahirnya Riko menyerah juga dia tau sekeras apapun dia berusaha Alexa kepala batu itu tidak akan mau menerima bantuan cuma cuma..
"gimana kalau Lo ikut gue ngetrack lagi??" tanya Riko sambil menatap Alexa serius, "Lo jangan becanda Rik gue mau ngetrack pake apa? gerobak sayur? Lo kalo ngomong yang bener Rik," Alexa geleng geleng kepala, yang bener aja dia suruh ikut ngetrack lagi secara motor kesayangannya berada di rumah lamanya, ga mungkin dia ambil kesana sekarang, menyerahkan diri itu namanya kalo dia sampe nekad balik ke rumah sekarang.
"Lo bisa pake motor gue kalo Lo mau" jawab Riko santai, "gue dapet info dari temen gue kalo malam ini ada lawan yang luar biasa,dia anak salah satu pejabat negri ini" bisik Riko pelan agar tidak ada orang lain yang mendengar, dan hadiahnya juga ga main main Lex, uang tunai Lima ratus juta.
gimana Lo mau kan? Riko menatap Alexa lekat penuh harap, dia sangat tau kemampuan balap Alexa meskipun perempuan dia adalah hantunya balap liar selama ini tidak pernah terkalahkan.
Alexa berfikir sejenak sambil memandang ke arah Alea adik kembarnya.
"sepertinya ga ada salahnya kalau gue coba," Riko yang mendengarnya sampe berteriak girang saking senengnya sampai orang orang yang berada di cafe memandang ke arah mereka.
Riko yang langsung menyadari kesalahannya langsung mengucapkan maaf pada semua pengunjung lalu duduk kembali di atas kursi nya.
"Lo ga malu Rik teriak teriak kaya bocah," Alexa geleng gelang kepala.
"sory gue excited banget dengernya..
oke ntar malem Lo siap siap jam satu gue jemput Lo disini"
"oke," Alexa hanya mengangkat jempol nya saja tanda mengiyakan ucapan Riko..