Hantu dalam mimpi...

1225 Kata
Alexa yang baru saja keluar dari toilet merasa heran kenapa para pengunjung cafe berkerumun di salah satu meja, ia berjalan mendekat dan kaget melihat apa yang sedang terjadi, dengan sigap dia menangkis lengan Tania yang di gunakan memegang pisau kemudian Alexa menendang sendi sendi kaki Tania sehingga posisinya jadi berlutut dan memelintir tangannya ke belakang hingga tak bergerak, dengan sigap kaki kanannya Alexa pun di gunakan untuk menendang pisau yang tadi di gunakan Tania agar jauh dari jangkauan. aaaauuuwwww.... Tania berteriak kesakitan dengan posisi berlutut, "eh ngapain Lo melintir tangan gue kaya gini haahhhh.... " teriak Tania sarkas,, "eh mbak denger ya kalo mau mati tuh jangan di tempat orang nyari nafkah bikin sial tau," jawab Alexa kalem, "kalo mbak mau mati cari tempat yang tidak merugikan orang lain, misal nih ya, mbak nyebur aja ke laut segitiga Bermuda, aman tidak ada yang di rugikan iya kan?..." Dewa nyengir nyengir aja melihat apa yang terjadi saat ini, ia tidak menyangka kalau pegawai baru nya ini berani juga, mata Bayu tertuju pada Alexa ia menatap nya dengan intens, "wajah itu.... wajah yang selama ini selalu jadi hantu di setiap malam malam gue... mungkinkah dia selamat..." batin Bayu terus bergejolak sambil menatap Alexa tanpa berkedip sedikitpun. "lepasin gue sialannnnnn...... " Tania masih terus berteriak minta di lepaskan, teriakan Tania mengembalikan kesadaran Bayu, "okeh" jawab Alexa sambil melepas kuncian tangannya kemudian berdiri, Tania gegas berdiri dan merapihkan penampilannya yang berantakan, "siapa Lo hah??? berani beraninya Lo sama gue.." mata Tania melotot sambil menunjuk ke arah Alexa, Alexa hanya menaikan alisnya sambil tersenyum sinis, "gue cuma ga mau kalo ada orang yang mati di depan orang orang yang lagi makan, kasian mereka donkk bisa ga nafsu makan berbulan bulan akibat melihat kematian Lo yang ga elit banget," Alexa tersenyum mengejek membuat Tania semakin murka. "udah Lo pulang Sono Tania jangan bikin rusuh di tempat usaha gue, kalo ga gue laporin Lo ke polisi karena membuat kegaduhan di tempat usaha gue," Dewa akhirnya bersuara, sebenarnya dia udah empet banget melihat kelakuan Tania yang nekadan dan menyebalkan. Tania tidak perduli dengan omongan Dewa dia kemudian menghampiri Bayu dan menggenggam tangannya erat seolah tak ingin di lepaskan, "Bay gue mohon Lo balik sama gue ya, gue cuma mau nikah sama Lo Bay gue mohon," ungkap Tania sambil berurai air mata, bagai tanggul jebol. Bayu menghela nafasnya lelah harus dengan bahasa apa lah dia ngomong dengan makhluk yang satu ini, "mending sekarang Lo pulang ya Tania jangan merendahkan diri Lo kaya gini,, sampai kapanpun gue ga bakal balik sama Lo titik." "udah deh mbak jangan maksa orang yang memang udah ga mau, itu muka apa tembok ko ga ada bedanya," Alexa nyeletuk gitu aja gerah juga lama lama melihat makhluk yang berjenis sama dengannya harus merendahkan dirinya demi laki laki,, ah dunia memang selucu itu. Tania melepaskan genggaman tangannya dari Bayu lalu menghampiri Alexa hendak menamparnya, jelas saja Alexa dengan mudah menghindar, secara dia sudah di ajarkan ilmu bela diri sejak balita , Tania jelas saja bukan tandingannya. "awas Lo ya tunggu pembalasan gue" Tania berkata sambil menunjuk muka Alexa, jelas saja Tania murka secara Alexa sudah merusak rencananya yang ingin mengancam Bayu dengan berpura pura mau bunuh diri,, kemudian dia beranjak pergi meninggalkan cafe sambil menghentakkan kakinya kesal. Alexa membalikan badannya hendak berjalan ke tempat Alea menunggu tadi, tiba tiba tangannya di pegang dan Alexa hendak melakukan jabhook yang berhasil di tangkis dan malah berahir dalam pelukan Bayu, ya orang yang memegang tangan Alexa adalah Bayu, "tunggu dulu Alexa saya mau ngomong sama kamu" Bayu menerangkan tujuannya dengan posisi yang belum berubah, akhirnya Bayu tau siapa nama hantu yang selama ini mengganggu mimpi mimpinya. "apa cara kamu ngomong dengan seorang gadis harus dalam pelukan kaya gini? " Alexa berkata sinis, Bayu yang menyadari kesalahannya kemudian langsung melepaskan pelukannya, "maaf..." ucap Bayu tulus. kini mereka berdua duduk di salah satu meja pojok cafe milik Dewa, "Alexa kamu selamat dari kejadian waktu itu?" tanya Bayu memulai percakapan, Alexa mengernyit bingung, "kamu kenal sama aku?" tanya Alexa sambil menunjuk dirinya sendiri, "ia saya yang waktu itu membatu kamu melawan para preman berpakaian hitam hitam itu," " oooohhh " mulut Alexa membulat, "okeh makasih atas bantuan kamu waktu itu" ungkap Alexa tulus sambil menangkupkan kedua tangannya, "iya.." jawab Bayu pendek. "tapi bagaimana kamu bisa ngenalin aku?" Alexa penasaran, bahkan dia saja tidak tau wajah wajah yang menolong nya kala itu,," jelas saja gue ingat dengan wajah Lo.. secara sejak kejadian itu wajah Lo selalu wara Wiri di setiap mimpi mimpi gue udah kaya hantu penghuni rumah yang kaga mau pergi walau di usir.. " apakah Bayu mengatakan semua yang ada di benaknya? oh tentu tidak Perguso gengsi donk coeg .. "saya cuma ingat dengan tanda yang ada di ujung hidung kamu " jawab Bayu asal, "hahh" Alexa menganga tidak percaya dengan jawaban yang ia dengar masa iya orang ingat wajah cuma gara gara tahilalat Segede biji wijen, Aya Aya wae ni laki sebiji elah... "udah lupain aja ga penting saya ingat dengan cara apa, sekarang ceritakan bagaimana kamu bisa selamat setelah jatuh ke jurang sedalam itu? kalau tidak salah saat itu kamu berdua dengan saudara kembar mu kan?" "iya Alhamdulillah aku masih selamat sama Ade kembarku, saat itu kami jatuh ke sungai yang cukup dalam beruntung kami memang bisa berenang dan berhasil selamat dari maut, lebih tepatnya kami di tolong sama Dokter Kanaya dan warga sekitar dan Dokter Kanaya juga lah yang membawa kami kesini," " jadi kamu di selamatkan sama Kanaya Ade nya Kenji?" Bayu penasaran, "iya kamu kenal sama dokter Kanaya?" " jelas saja saya kenal Kenji adalah sahabat saya dan kami sering bertemu saat di rumah Kenji," " oohhh " jawab Alexa. "jadi kamu kerja disini juga atas bantuan Kenji?" " iya... " ", sejak kapan?" " sudah hampir satu bulan dan kamipun tinggal di mes belakang" jawab Alexa. Bayu manggut manggut,, "berarti yang waktu itu gue lihat beneran dia bukan halusinasi geu..." tanpa sadar Bayu tersenyum senyum senang, membuat Alexa mengernyit kebingungan, "astagaaa ini orang bukan lagi kesurupan kan??...." Alexa bergidik ngeri. "maaf kamu kenapa senyum senyum gitu?" pertanyaan Alexa jelas saja menarik kembali kesadaran Bayu yang lagi gentayangan entah kemana, aaahhh Bayu bingung mau menjawab apa, "anu itu ga papa,,,, " Bayu langsung meminum kopinya salting takut ketahuan lagi ngayal wk wk wk ... "ka Lexa...." Alea menghampiri Alexa Yang sedang bersama Bayu, ayo sudah waktunya kita manggung lagi ujarnya, "oh iya ayo, " Alexa berdiri sambil merapihkan pakaiannya, "Bayu terimakasih ya untuk kopinya dan terimakasih untuk pertolongan kamu waktu itu Alexa berkata tulus," "iya sama sama " jawab Bayu singkat,, sebenarnya Bayu masih ingin ngobrol dengan Alexa tapi tidak mungkin dia ungkapkan bukan, "o iya Alea kenalin ini namanya Bayu orang yang waktu itu nolongin kita saat kita di serang para bodyguard nya si Max," Alea mengulurkan tangannya sambil tersenyum lembut, terimakasih ya kak untuk yang waktu itu, Alea berkata tulus, "iya sama sama hhemmm??" " Aleandra kak nama saya, panggil saja Alea... " "iya Alea sama sama" pungkas Bayu. Bayu memilih tempat duduk yang bisa dengan jelas melihat ke arah panggung, sudah tiga gelas kopi dia habiskan demi melihat Alexa dan Alea manggung, ya Tuhan kenapa kelakuan gue kaya ABG jatuh cinta begini... memalukan... "Lo ga ada rencana mau ngeborong kopi gue kan Bay?" Dewa ...... "sepertinya dia sudah move on dari mantan tercinta Wa,," Adam ....
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN