Firasat Azam

1563 Kata

Sekitar pukul 16.25 WIB, cuaca panas tiba-tiba saja menjadi dingin. Ini bukan sejuk akibat atmosfer yang berubah secara alami. Sebab, hanya Azam sendirilah yang dapat merasakan nya. Tanpa sebab, ia merasa tubuhnya tidak berdaya. Sembari menatap sekitar, Azam menggosok kuduk untuk menenangkan bulu-bulu halus yang sedang berdiri. Tidak ada siapa pun di ruangan khusus pimpinan perusahaan ini. Hanya dirinya sendiri bersama segudang pekerjaan yang baru mampu ditakhlukkan beberapa bulan terakhir. Azam memijat batang hidungnya demi mendapatkan kenyamanan. Rencananya, ia juga ingin menjenguk Amar jika tidak kemalaman. Tapi, sepertinya kesibukan hari ini membuat Azam kesulitan mengatur jadwalnya. "Astafirullah hal azim ... ." Azam mengusap wajah karena pikirannya semakin kacau. Semua ini diperp

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN