Pembunuhan

1622 Kata

Angin semilir membawa asap putih yang tidak terlihat oleh mata kepala biasa. Rupanya pakde Sutar sedang menggunakan ajian khusus untuk mendatangkan rasa kantuk yang tidak biasa. Hanya saja, ilmu ini tidak berpengaruh kepada tuan Wibowo, sehingga beliau tetap tidur sesuai jadwalnya. Sekitar pukul 21.00 WIB. Meskipun waktu masih muda, tetapi kelurga Wibowo dan para asisten kelurga mereka, tiba-tiba saja merasakan kantuk yang luar biasa. Mama Laras pun meminta izin kepada suaminya untuk tidur bersama Maya dan Akbar, sampai Azam pulang dari urusannya. "Ya ... ." sahut tuan Wibowo sambil tersenyum tipis karena memang hanya sebatas itu yang baru bisa beliau lakukan. Dengan langkah santai, mama Laras berjalan ke arah kamar Maya. Lalu mereka saling menyapa dan tidur bersama. Setelah 30 men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN