*** "Geo a ... ku ingin bantu di dapur." Suara Vivian terdengar terbata saat matanya melihat Dafa juga ada di sana. Vivian tidak menyangka mantan tunangannya itu kembali ke restoran setelah tadi menguntitnya bersama Teo. Vivian merasa heran saat tak ada respon dari Dafa. Jangankan menyapa, menghentikan kegiatan memotongnya saja tidak. Apa Dafa marah hingga malas menolehlan kepalanya? Entahlah, Vivian tidak tahu. Mungkin saja Dafa marah, tapi apa pedulinya? Membuat Dafa marah dan berujung meninggalkan negeri ini adalah tujuan Vivian. Jadi, kenapa Vivian harus pusing dan khawatir memikirkan sikap Dafa? Vivian mengedikan bahunya. Mencoba bersikap biasa saja saat memasuki dapur. "Di mana Geo?" tanyanya karena tak mendapati Geo di dapur. Dafa menolehkan kepalanya, mengangkat salah satu

