*** Beberapa kali Vivian menghela napasnya dengan berat usai meninggalkan Dafa sendirian di dapur. Demi apa ia melakukan hal bodoh lagi? Kenapa mudah sekali menyambut kehangatan yang Dafa tawarkan? Padahal sejak Dafa ada di sini, Vivian berusah menghindarinya. Ternyata dapur bukan hanya tempat paling menyenangkan bagi Vivian, tetapi juga menjadi tempat paling mengerikan bila ada Dafa. Bahkan kali ini dirinya lupa diri. Sikap profesional sebagai seorang chef yang seharusnya menghandle dapur dengan baik mendadak lenyap begitu Dafa menunjukan kepiawannya dalam mengolah masakan bersama dengan rayuan. Sial! Vivian terjebak. Ia terpesona pada mantan tunangannya itu hingga lupa tentang rasa sakit yang pernah dengan sengaja Dafa torehkan padanya. Vivian kembali masuk setelah sedikit tenan

