*** Sepeninggalan Vivian yang berpamitan untuk pulang, Dafa sama sekali tidak baik-baik saja. Ia sedih karena Vivian pergi tanpa menatapnya. Namun, dirinya juga bersyukur karena ternyata kedekatan mereka sungguh membuat Vivian merasa terganggu. Pukul Tujuh malam Dafa baru keluar dari restoran. Bersama Geo, dirinya mengunci pintu itu. Mereka menjadi yang terakhir ada di sana. Tanpa basa basi Dafa menuju mobilnya, bermaksud ingin masuk ke benda roda empat yang telah ia sewa itu. Namun, Geo memanggilnya. "Dafa," tak seperti biasa, tak ada emosi atau ejekan di sana. Dafa menyadari, Geo ingin mengajaknya bicara. Dafa menolehkan kepalanya. "Ada apa?" tanyanya to the point. Geo menarik sudut bibirnya. Dari apa yang ia lihat, Dafa tidak pernah berubah sejak dulu. Entah kenapa lelaki itu

