SKWAC | Chapter 25 √

1054 Kata

*** Jeni terpana melihat kepiawaian Dafa dalam bekerja. Tak sekalipun matanya teralih dari kegiatan memasak yang sedang Dafa lakukan. Matanya hanya melirik jam di ponselnya saja. Ia terkesiap ketika jam makan siang sudah hampir terlewati. Buru-buru Jeni meninggal restoran setelah membayar makanan. Jeni tak sempat berpamitan pada Chef Dafa yang sedang sibuk bekerja. "Nanti aku chat si Dafa," gumamnya. Mobil tengah membelah jalan raya, Jeni ada di dalamnya sebagai pengemudi. Senyum tipis di bibir si cantik Jeni tak pernah sekalipun pudar sejak ia keluar dari restoran. Bukan apa-apa, bertemu dengan Dafa saja sudah membuatnya senang luar biasa, apalagi kini mereka berteman akrab. Syukur-syukur nanti bisa lrbih dari sekedar berteman. "Astaga Jeni, Stop!" ia terkekeh membayangkan harapan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN