*** Lelaki yang bekerja sebagai seorang Chef itu mengangguk singkat demi membalaa keterkejutan yang Vivian rasakan. "Iya, ini aku Dafa, Ardafaza Prangestu," sengaja Dafa menyebut nama panjangnya hanya untuk sekedar basa basi saja. "Kalau-kalau kamu lupa, Vi. Aku adalah lelaki yang dulunya adalah temanmu, lalu pernah jadi tunanganmu, dan sekarang jadi lelaki yang kau bodohi," Dafa terkekeh sebelum ekspresi wajahnya berubah serius. "Apa benar kamu dan Teo adalah sepupu?" seperti yang Dafa katakan, ia ingin mendengar semuanya dari mulut Vivian. Meskipun beberapa menit yang lalu sudah Vivian katakan. Dafa menunggu, ia menatap Vivian dengan lekat. Tak sekalipun ia jauhkan pandangan matanya dari gadis itu. Dafa mengunci tatapan Vivian dengan tatapannya agar Vivian tidak bisa menghindar. T

