SKWAC | Chapter 42 √

2524 Kata

*** Meninggalkan restoran dan datang ke rumah Vivian bukan buang-buang waktu bagi Geo. Urusan perasaan Vivian selalu menjadi urusannya juga. Cukup sudah masa lalu menjadi pelajaran baginya karena membiarkan adik sepupu tersayangnya itu terluka. Kali ini, Geo tidak akan tinggal diam. Ia akan melakukan yang terbaik untuk Vivian agar setidaknya meminimalisir patah hatinya. Geo mengetuk pintu rumah itu dengan keras seraya memanggil nama Vivian. Bukan Vivian yang membuka pintu, tetapi Rose. Kening Rose berkerut saat melihat anak dari kakak suaminya itu. "Ada apa Geo?" tanya Rose penasaran. Geo menyalimi Rose terlebih dahulu. "Vivian mana, tan?" tanya Geo setelahnya. "Ada, di kamarnya. Kenapa Geo? Masuk dulu." Rose membuka pintu lebar-lebar. "Dafa sudah tahu soal kebohongan yang selama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN