*** Sejak Dafa meninggalkan kafe di mana ia menemukan Vivian dan Teo tengah menertawakannya, sejak itu pula Dafa kembali ke apartemen mewah milik Arfa yang dirinya pinjam untuk ditempati. Dafa sudah membereskan kopernya. Besok pagi dirinya akan segera meninggalkan Australia. Dafa merasa tak sudi berlama-lama di negara tempat Vivian berada. Hatinya akan semakin terluka parah bila memaksa untuk tetap di sini. Lagi pula, di Jakarta, kakeknya membutuhkan bantuannya. Dafa tak ingin menjadi lebih bersalah lagi bila meninggalkan hotel beserta sang kakek. Cukup sudah ia melupakan kewajibannya hanya karena untuk mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan seperti ini dari Vivian. Sialan! Dafa tak yakin hanya dari Vivian saja, tetapi dari semua orang yang dirinya kenal di tempat ini. Termasuk kedu

