*** Geo mengerutkan dahinya. "Kau yakin, Vi?" tanya Geo. Vivian mengalihkan perhatiannya sekilas pada Geo. "Seratus persen!" jawabnya sambil mengangguk mantap. Dirinya tidak tahu kejutan seperti apa yang nanti akan ia lihat di apartemen Dafa. "Lagi pula ini tak lebih dari setengah jam lagi," ucapnya. Geo pun menurut saja. Ia kembali menyimpan ponselnya ke dalam saku celana. Sementara itu, di apartemen, Dafa dan Jeni terdiam, sibuk dengan isi pikiran masing-masing. Dafa belum membuka mulutnya, belum menceritakan kejadian hari ini pada Jeni. Lelaki itu mendadak menyesal telah membiarkan Jeni datang ke apartemennya. Apa lagi waktu sudah menunjukan pukul setengah Enam petang. Dafa merasa salah dalam mengambil keputusan. Entah kenapa ia kini merasa tidak nyaman. "Ada apa, Daf?" Jen

