SKWAC | Chapter 46 √

1484 Kata

*** Vivian terduduk di mobilnya setelah memutuskan untuk berlari meninggalkan apartemen Arfa yang ditempati Dafa. Entah bagaimana cara menggambarkan perasaannya saat ini, yang pasti dia kecewa. Menyesal karena telah berharap terlalu jauh akan hubungan yang sebenarnya sudah sejak lama hancur. Vivian seharusnya sadar sejak dulu bahwa ia dan Dafa tak mungkin bersama. Terlalu banyak halangan serta rintangan yang kerap kali mereka hadapi. "Apa yang telah aku lakukan?" tidak ada lagi air mata seperti yang terakhir kali. Vivian tampak tak sanggup menangis lagi. Betapa besar penyesalannya karena mengikuti hati nurani. Andai dirinya tidak goyah dan berlari pada Dafa setelah menimbang berkali-kali, meresapi keinginan hati, andai Vivian tetap pada pendiriannya dan mengabaikan bisikan sana sini, mu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN