SKWAC | Chapter 49 √

1231 Kata

*** Melihat Vivian pergi begitu saja, Jeni berdecak sebal. "Vivian!" serunya. Lalu ia berlari kecil mengejar Vivian. "Satu hal lagi yang harus kamu tahu agar kamu benar-benar berhenti mengganggu Dafa. Aku mencintainya dan nggak akan nyakitin dia seperti keluargamu menyakitinya," ucapnya. Mendengar itu Vivian mengerutkan dahinya. Kemudian menoleh pada Jeni yang berada dua langkah di belakangnya. "Maksudmu?" tanyanya. Jeni berdecih. Ia menatap Vivian yang seolah pura-pura tak tahu dengan tajam. Jeni tak suka berbasa basi, apa lagi itu tentang Dafa. "Pagi tadi aku lihat wajah Dafa babak belur!" ujarnya malas. "Dan aku tahu itu pasti ulah salah satu orangmu." Tegasnya. Terang saja hal itu membuat kerutan di dahi Vivian semakin dalam saja. Dia sama sekali tidak mengerti apa maksud Jeni.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN