*** Masih terasa oleh Jeni pelukan perpisahan yang Dafa berikan beberapa saat yang lalu. Kini, lelaki yang Jeni kagumi itu sudah terbang dibawa burung besi mengangkasa. Jeni berdoa, semoga yang Maha Kuasa melindungi si chef di mana pun dia berada. Semoga suatu hari nanti mereka dipertemukan kembali. Jeni pun tidak menyangka bila penerbangan Dafa dipercepat. Lelaki itu tidak memberinya alasan apapun. Dafa hanya menghubungi untuk meminta diantarkan ke bandara subuh tadi. Tentu Jeni tak ingin menolak ketika Dafa masih membutuhkan bantuan darinya. Buru-buru Jeni bersiap lalu segera meluncur ke apartemen Dafa. Tak ada obrolan apa-apa setelah Jeni sampai di apartemen Dafa, tetapi dapat Jeni lihat wajah Dafa murung. Ia tak sempat bertanya ketika Dafa memintanya untuk cepat sampai ke bandara.

