*** Meskipun tidak memiliki teman dekat seperti Arfa dan Vivian dulu, tapi Dafa nekat pergi ke club seorang diri. Dia membutuhkan hiburan. Setelah sekian lama, akhirnya malam ini Dafa betul-betul melarikan dirinya ke tempat ini. Bahkan, tak segan lelaki itu menuangkan alkohol ke dalam gelasnya lalu meneguknya begitu saja. Dafa melampiaskan kekecewaannya pada minuman. Meski begitu, dirinya tidak mudah untuk mabuk. Alkohol tak bisa membuatnya tumbang. "Dafa?" seseorang mendekat. Dafa mengerutkan dahinya, mencoba mengenali perempuan berparas cantik di depannya ini. "Siapa?" tanya Dafa sebab ia tak juga mengenali wajah si wanita. Tck. Dafa meringis mendengar decakan sebal itu. Namun, sungguh ia tidak bisa mengenali perempuan di depannya ini, yang Dafa tahu hanya satu, perempuan ini

