*** Hari-hari berlalu sejak Dafa menelpon kakeknya. Namun, apa yang dirinya harapkan tak juga terwujud. Dafa merasa heran kenapa Vivian bersikap biasa saja padanya. Apa mungkin perjodohan yang kakeknya ajukan belum sampai ke telinga sang gadis pujaan? Dafa bertanya-tanya. Dirinya ingin tahu kebenaran itu. Setiap hari, di restoran, Vivian menganggapnya orang asing yang bekerja di restoran. Kadang paling parah adalah ketika Vivian seolah menganggapnya tidak ada. Dafa sungguh frustrasi akan hal itu. Ia betul membutuhkan penjelasan. Dafa memutuskan untuk bertandang ke rumah Vivian malam nanti, demi jelasnnya hubungan ini. Dafa mulai lelah, sebab Vivian betul-betul menjaga jarak darinya. Tak hanya bersikap asing, Vivian juga semakin sering menunjukan kemesraannya bersama Teo. Hal itu tentu

