"Ya udah, anggap aja gue pacar lo!" Kalimat Brizan membuat Rachel melotot kaget. Dia mengernyit dengan satu alis terangkat. Brizan yang menyadari perubahan wajah Rachel buru-buru menambahkan. "Pacar pura-pura buat manas-manasin Owel." Rachel menghela napas panjang. Dia menunduk dengan kedua tangan berada di pinggang. Bahunya mulai bergetar, menertawakan tawaran Brizan. "Kalau ngomong gitu ke cewek lain, mereka pasti baper." Brizan terkekeh. Dia sendiri heran mengapa mengajukan tawaran itu tanpa penjelasan lebih. Tak lama dia tersenyum jail. "Kalau lo baper juga nggak?" "Gue?" Rachel menunjuk wajahnya sendiri. "Iya. Baper juga nggak? Secara, gue kan ganteng," kata Brizan percaya diri. "Hahaha...." Tawa Rachel seketika pecah. Dia memang termasuk dalam golongan cewek, tapi dia sedikit

