20-Tanda Lain

1042 Kata

Suasana pagi di sebuah apartemen tampak tidak bersahabat. Dua orang yang sejak kuliah hidup bersama itu saling bertatapan dengan ekspresi berbeda. Meda dengan ekspresi bersalahnya, sedangkan Rachel mengeraskan rahang dengan mata penuh selidik. "Lo pasti marah soal semalem, kan?" tebak Meda tepat sasaran. Rachel mengalihkan pandang, mengatur emosi agar tidak semakin menguasai. Setelah cukup tenang, dia menatap Meda. "Iya. Nggak biasanya lo ke kelab," ujarnya. "Ngapain ikut Tira? Itu sebabnya kemarin pulang duluan dan ninggalin gue?" Meda mengusap wajah dengan lelah, setelah itu menjelaskan. "Gue emang salah, tapi gue pengen cari suasana, Hel." "Cari suasana?" Rachel menatap sahabatnya tak percaya. Ini pertama kalinya dia mendapati Meda bersikap aneh dan gegabah. "Daripada di apartemen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN