"Udah cukup. Gue nggak mau lo patah hati!" Brizan menyeruput kopinya sekali lagi. Setelah itu tangannya terulur meminta Rachel mendekat. Rachel mengernyit. "Apa?" tanyanya sewot. Meski begitu dia tetap mendekat. Dia tersentak saat Brizan tiba-tiba memeluknya. "Jangan modus!" Brizan mengeratkan pelukan saat Rachel ingin melepaskan. "Anggap ini pelukan kepedulian atas patah hati lo." Puk! Rachel memukul punggung tegap Brizan. Dia mengembuskan napas lalu menyandarkan kepala di d**a lelaki itu. "Lo sengaja, kan? Lo pasti tahu Muel udah punya pacar. Kelihatan wajah lo tadi bener-bener puas." "Enggak!" Brizan menggeleng tegas. "Muel adik kelas gue dan beberapa waktu terakhir sering ketemu. Gue nggak tahu kalau dia punya pacar." "Beneran?" Rachel mendongak mencari kebohongan dari mata Brizan

