Bab: 33

1907 Kata

Ciuman itu terputus tiba-tiba saat suara dering ponsel memecah keheningan yang sebelumnya terasa begitu padat. Lucas seketika tersadar, napasnya masih memburu, dadanya naik turun dengan tidak teratur. Tanpa banyak pikir, ia menjauh dari Lilian, merogoh saku celananya, lalu menatap layar ponsel. Nama itu. Brielle. “Halo, sayang,” sapa Lucas, berusaha menstabilkan suaranya, meski jejak napasnya masih terasa berat. Di sisi lain, suara Brielle terdengar ceria, ringan, seolah tak ada beban yang ia rasakan. “Sayang, sekarang aku di rumah mama. Mama lagi ngadain makan malam, ngundang teman-teman sosialitanya.” Lucas memejamkan mata sejenak. Pikirannya langsung berlari pada satu hal kebohongan yang selama ini mereka jaga. “Oh … astaga …” gumamnya pelan, lalu suaranya berubah lebih serius. “A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN