Bab: 32

1650 Kata

Suasana kelas siang itu terasa seperti biasa tenang, teratur, dan dipenuhi suara Lucas yang menjelaskan materi dengan nada tegas dan terukur. Tulisan di papan terus bertambah, diagram bisnis yang ia jelaskan tampak rapi dan jelas. Mahasiswa lain mencatat, sebagian memperhatikan dengan serius. Namun tidak dengan Lucas. Di balik sikap profesionalnya, fokusnya terus terganggu. Pandangannya berulang kali melirik ke satu arah ke bangku tempat Lilian duduk. Gadis itu terlihat pucat. Lebih pucat dari biasanya. Namun anehnya, ia tetap duduk tegak, matanya tertuju ke depan, berusaha mengikuti setiap penjelasan seolah tidak terjadi apa-apa. “Kenapa dia masih memaksakan diri …” batin Lucas, alisnya sedikit mengernyit tanpa sadar. “Kenapa dia jadi keras kepala seperti ini …” Tangannya yang meme

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN