Saat keluar dari ruang dokter yang katanya adalah senior Adio, aku langsung mencari laki-laki itu. Kata dokter Yunia—senior Adio—Adio berada di IGD yang terlihat cukup ramai tadi malam. Segera kakiku melangkah ke sana lalu berhenti saat ternyata Adio berjalan kearahku. Wajah Adio terlihat lelah sekali. Juga terdapat kantung mata di bawah mata laki-laki itu. Sepertinya Adio benar-benar tidak tidur sepanjang malam. "Saya masih harus menyelesaikan beberapa laporan lagi. Kamu bisa menunggu di kantin. Ayo saya antar,” ujarnya. Aku mengikuti langkah kakinya berjalan menuju kantin. Belum lapar sebenarnya, tapi membantah Adio adalah hal yang tidak ingin kulakukan saat ini. Lagipula, sejujurnya aku masih mengantuk. Hanya saja tidak nyaman tidur di ruangan seseorang dan ada pemiliknya di dalam

